Tnews.id – Peristiwa yang sempat dilaporkan sebagai aksi perampokan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ternyata berkembang menjadi kasus dugaan percobaan pembunuhan berencana. Polisi mengungkap bahwa pelaku utama dalam kasus tersebut adalah seorang perempuan berinisial T yang menjabat sebagai komisaris di sebuah perusahaan teknologi informasi.
Korban berinisial MHA diketahui merupakan Direktur Utama (Dirut) di perusahaan yang sama. Keduanya telah bekerja bersama selama beberapa tahun sebelum akhirnya terjadi insiden yang menghebohkan tersebut.
Laporan Perampokan Terbukti Tidak Sesuai Fakta
Awalnya, T melaporkan kepada polisi bahwa rumahnya dimasuki dua orang pelaku yang diduga melakukan pencurian dan menyerang korban. Dalam laporannya, ia juga mengklaim sejumlah barang berharga, termasuk emas, hilang akibat kejadian tersebut.
Namun setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam serta mencocokkan keterangan saksi dengan bukti di lokasi, ditemukan sejumlah kejanggalan. Hasil penyelidikan akhirnya mengarah pada dugaan bahwa cerita mengenai perampokan tersebut hanyalah rekayasa untuk menutupi kejadian sebenarnya.
Polisi Ungkap Motif Dendam dan Sakit Hati
Setelah menetapkan T sebagai tersangka, penyidik mulai mendalami alasan di balik aksi yang diduga telah direncanakan tersebut.
Kesal Karena Sering Dikritik Soal Kinerja
Berdasarkan pengakuan awal tersangka, rasa dendam muncul karena hubungan kerja yang tidak harmonis dengan korban. Selama bekerja bersama sejak 2020, T mengaku sering merasa tersinggung akibat komentar korban yang menilai dirinya lambat dalam menyelesaikan pekerjaan.
Selain itu, tersangka juga mengaku beberapa ucapan korban membuatnya merasa sakit hati sehingga memicu akumulasi emosi yang akhirnya berujung pada tindakan kriminal.
Meski demikian, kepolisian masih terus menggali keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan motif yang sebenarnya.
Kronologi Dugaan Percobaan Pembunuhan di Rumah Menteng
Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari di kediaman tersangka di kawasan Menteng. Saat kejadian, korban dan pelaku berada di dalam rumah yang sama.
Korban Diduga Disengat Arus Listrik
Menurut hasil penyelidikan, korban sedang menggunakan perangkat virtual reality ketika pelaku menyiapkan alat sumber daya listrik portabel yang telah dirangkai dengan kabel.
Korban kemudian diduga diarahkan untuk memegang kain yang telah terhubung dengan rangkaian tersebut hingga mengalami sengatan listrik dan terjatuh.
Pelaku Diduga Lakukan Serangkaian Serangan
Setelah korban terjatuh, pelaku diduga melakukan berbagai tindakan kekerasan menggunakan sejumlah benda yang ada di rumah. Meski korban sempat berusaha menyelamatkan diri ke lantai atas, pelaku terus mengejarnya.
Penyidik menyebut korban kemudian dipaksa mengikuti perintah pelaku sambil berada dalam kondisi lemah akibat serangan sebelumnya.
Korban Mengalami Luka Serius
Dalam rangkaian kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami berbagai luka di bagian kepala, leher, punggung, dan area tubuh lainnya. Korban akhirnya berhasil bertahan meskipun mengalami cedera berat akibat serangan yang terjadi.
Kasus ini kemudian menjadi perhatian aparat setelah ditemukan fakta bahwa peristiwa yang dilaporkan bukanlah perampokan seperti yang diklaim pada awal penyelidikan.
Tersangka Terancam Hukuman Berat
Saat ini T telah resmi ditahan dan berstatus tersangka. Penyidik menjeratnya dengan pasal terkait penganiayaan berat serta percobaan pembunuhan berencana.
Polisi Masih Dalami Keterangan dan Bukti
Selain memeriksa tersangka, penyidik juga terus mengumpulkan bukti tambahan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memperkuat konstruksi perkara.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan petinggi perusahaan yang memiliki hubungan profesional cukup lama, namun berujung pada dugaan tindak kekerasan serius yang dipicu konflik internal dan persoalan pribadi.










