
Tnews.id – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki semangat yang sejalan dengan pemerintah menarik perhatian berbagai kalangan politik. Meski berada di luar koalisi pemerintahan, Prabowo menilai PDIP tetap memiliki cita-cita yang sama dalam membangun Indonesia.
Ucapan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa perbedaan posisi politik bukan berarti menghilangkan kesamaan tujuan. Ia juga menyampaikan bahwa dinamika politik, termasuk persaingan antarpartai, merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat.
Prabowo Kaitkan Kesamaan Visi dengan Semangat Pendiri Bangsa
Nilai UUD 1945 Dinilai Menjadi Titik Temu
Presiden Prabowo mengaitkan kesamaan pandangan tersebut dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, konstitusi yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa, termasuk Soekarno dan Mohammad Hatta, menjadi landasan bersama bagi seluruh kekuatan politik dalam membangun negara.
Ia menilai semangat kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa menjadi pedoman yang menyatukan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan partai yang berada di luar koalisi.
PDIP: Kesamaan Tujuan Tidak Berarti Harus Masuk Koalisi
Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Checks and Balances
Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menyatakan bahwa partainya sepakat mengenai pentingnya menjaga bangsa serta menjalankan amanat konstitusi. Namun, ia menegaskan bahwa kesamaan cita-cita tidak serta-merta mengharuskan seluruh partai politik bergabung dalam pemerintahan.
Ganjar menjelaskan bahwa sistem demokrasi membutuhkan pembagian peran yang jelas antara pemerintah dan pihak yang berada di luar koalisi. Menurutnya, keberadaan oposisi atau kekuatan penyeimbang diperlukan agar mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan tetap berjalan secara efektif.
Ia menambahkan bahwa prinsip checks and balances merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan sehingga tidak berkembang menjadi kekuasaan yang tanpa kontrol.
Gerindra: Prabowo Tekankan Persatuan untuk Kepentingan Bangsa
Kesamaan Cita-Cita Demi Kesejahteraan Rakyat
Partai Gerindra turut memberikan penjelasan terkait maksud pernyataan Presiden Prabowo. Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan bahwa Presiden meyakini seluruh partai politik, baik yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan, memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Menurut Bahtra, Prabowo juga mencontohkan gagasan Bung Karno dan Bung Hatta mengenai kemandirian bangsa yang telah tertuang dalam UUD 1945. Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi dasar bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis untuk kepentingan rakyat.
Bahtra menegaskan bahwa pernyataan mengenai PDIP yang disebut “sehati” dengan pemerintah tidak dimaksudkan sebagai ajakan bergabung ke koalisi. Maksud dari pernyataan tersebut adalah adanya kesamaan komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat kedaulatan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak menghalangi seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama demi kepentingan nasional.








