Tnews.id – Ketegangan kembali memanas di wilayah Tepi Barat setelah bentrokan yang melibatkan warga Palestina, pemukim Israel, dan pasukan militer Israel menewaskan sedikitnya lima orang. Dalam insiden yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) waktu setempat itu, empat warga Palestina dan satu pemukim Israel dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut memicu kecaman dari Otoritas Palestina yang menilai aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina terus meningkat di sejumlah wilayah Tepi Barat.
Otoritas Palestina Kutuk Serangan Pemukim Israel
Kantor Presiden Mahmoud Abbas Keluarkan Pernyataan Resmi
Melalui pernyataan yang disampaikan Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan dipublikasikan kantor berita resmi Wafa, pemerintah Palestina mengecam tindakan yang disebut sebagai kekerasan oleh para pemukim Israel di berbagai wilayah Tepi Barat.
Otoritas Palestina juga menyoroti kematian empat warganya serta serangkaian serangan terhadap masyarakat sipil dan properti yang terjadi di sejumlah kota dan desa, termasuk Urif, Surra, Imatin, Far’ata, Umriha, dan kawasan Masafer Yatta.
Pemerintah Palestina mendesak agar tindakan kekerasan terhadap warga sipil segera dihentikan dan situasi keamanan di wilayah tersebut mendapat perhatian serius.
Israel dan Palestina Sampaikan Versi Berbeda
Militer Israel Sebut Warga Sipil Diserang
Militer Israel menyatakan pasukannya dikerahkan ke kawasan barat daya Kota Nablus setelah menerima laporan mengenai dugaan serangan terhadap sekelompok warga sipil Israel yang sedang melakukan pendakian.
Menurut keterangan militer Israel, seorang warga Palestina diduga merebut senjata api dari petugas keamanan di lokasi sebelum melepaskan tembakan ke arah warga sipil Israel.
Palestina Sebut Warganya Menjadi Korban Penembakan
Sementara itu, pejabat Palestina memberikan kronologi yang berbeda. Mereka menyebut sekelompok warga Palestina dari Kota Tal menjadi sasaran serangan oleh pemukim Israel yang didukung personel militer Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan empat warga Palestina tewas akibat penembakan tersebut. Selain korban meninggal, empat orang lainnya mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.
Ketegangan di Tepi Barat Kembali Meningkat
Insiden ini kembali memperlihatkan tingginya ketegangan di Tepi Barat yang dalam beberapa waktu terakhir kerap diwarnai bentrokan antara warga Palestina, pemukim Israel, dan pasukan keamanan Israel. Hingga kini, masing-masing pihak masih mempertahankan versinya sendiri terkait penyebab dan jalannya bentrokan yang menewaskan sejumlah korban tersebut.










