Tnews.id – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan akhirnya menemukan satu korban dalam insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang menabrak kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Penemuan ini menjadi titik terang setelah berhari-hari tim gabungan menyisir medan ekstrem di lokasi kejadian.
Korban ditemukan di lereng gunung dengan kondisi yang masih dalam proses identifikasi. Hingga kini, tim SAR masih memfokuskan upaya evakuasi korban menuju posko utama karena medan yang sulit dan cuaca yang berubah-ubah.
Korban Ditemukan di Lereng Gunung pada Ketinggian 1.300 Mdpl
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyampaikan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi serpihan badan pesawat yang sebelumnya lebih dulu terdeteksi.
Proses Evakuasi Hadapi Medan Ekstrem
Menurut Bangun, posisi korban berada di lereng curam pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). Proses evakuasi membutuhkan tenaga ekstra karena tim harus melewati jalur terjal, licin, dan berkabut.
“Ini membutuhkan upaya yang sangat besar karena kondisi di lapangan benar-benar berat. Namun tim tetap bekerja maksimal untuk membawa korban ke posko AJU di Tompobulu,” ujarnya.
Hingga saat ini, tim belum mengumumkan identitas maupun kondisi korban karena fokus utama adalah evakuasi dengan aman.
Puing Pesawat Berhasil Dievakuasi Sebelumnya
Sebelum penemuan korban, tim SAR gabungan telah lebih dulu menemukan dan mengevakuasi sejumlah puing pesawat ATR 42-500 yang tersebar di area pegunungan.
Pesawat Angkut 11 Orang Saat Insiden Terjadi
Pesawat nahas tersebut diketahui membawa total 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Operasi pencarian masih terus dilanjutkan untuk menemukan korban lainnya.
Pencarian melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat yang mengenal jalur pegunungan Bulusaraung.
Operasi SAR Masih Berlanjut
Hingga Minggu (18/1/2026), tim SAR masih terus memperluas area pencarian dengan membagi personel ke beberapa sektor. Fokus pencarian difokuskan di sekitar lokasi serpihan pesawat dan jalur kemungkinan korban terlempar saat benturan.
Cuaca dan Medan Jadi Tantangan Utama
Cuaca berkabut dan hujan ringan kerap menghambat proses evakuasi. Meski demikian, tim memastikan operasi SAR akan terus berjalan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pencarian demi keselamatan dan kelancaran proses evakuasi. Operasi ini dipastikan menjadi prioritas nasional mengingat lokasi kecelakaan berada di kawasan ekstrem dan sulit dijangkau.










