
Tnews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut memberikan komentar mengenai kekalahan Timnas Inggris dari Argentina pada laga semifinal Piala Dunia. Trump menilai keputusan pelatih Thomas Tuchel yang mengubah peran Harry Kane menjadi lebih bertahan merupakan langkah yang kurang tepat.
Komentar tersebut disampaikan Trump saat menghadiri sebuah acara FIFA di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (17/7/2026). Acara itu juga dihadiri Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Harry Kane Dinilai Seharusnya Tetap Fokus Menyerang
Dalam pidatonya, Trump mengaku mengenal Harry Kane dan memuji kualitas sang kapten Timnas Inggris. Menurutnya, Kane merupakan pemain yang memiliki kemampuan luar biasa sehingga seharusnya tetap diberi ruang untuk membantu lini serang.
Trump menilai keputusan menarik pendekatan permainan menjadi lebih defensif setelah Inggris unggul justru mengurangi ancaman terhadap pertahanan Argentina.
Meski menyampaikan kritik, Trump juga berkelakar bahwa dirinya bukan pelatih sepak bola dan tidak mengklaim memiliki keahlian khusus dalam menyusun strategi pertandingan.
Inggris Bermain Lebih Bertahan Setelah Unggul
Keputusan Thomas Tuchel menjadi sorotan karena pada sekitar 30 menit terakhir pertandingan ia melakukan pergantian pemain dengan memasukkan pemain bertahan dan menarik dua pemain depan.
Strategi tersebut membuat Inggris lebih banyak bertahan meski Harry Kane tetap berada di lapangan. Perubahan pola permainan itu kemudian memunculkan kritik dari berbagai kalangan setelah Argentina berhasil membalikkan keadaan.
Lionel Messi Berperan Penting dalam Kebangkitan Argentina
Argentina mampu memanfaatkan perubahan strategi Inggris untuk mengambil alih jalannya pertandingan.
Kapten Argentina, Lionel Messi, tampil menentukan dengan memberikan umpan yang berujung pada dua gol bagi timnya. Hasil tersebut memastikan Argentina mengamankan kemenangan sekaligus melaju ke partai final Piala Dunia.
Thomas Tuchel Tetap Yakin dengan Keputusannya
Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Thomas Tuchel menegaskan bahwa dirinya tidak menyesali keputusan taktis yang diambil saat menghadapi Argentina.
Menurut pelatih asal Jerman tersebut, perubahan strategi dilakukan karena permainan Inggris mulai kehilangan intensitas. Ia meyakini keputusan itu diambil demi membantu tim mempertahankan keunggulan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
Komentar Donald Trump pun menambah panjang daftar pihak yang menyoroti strategi Inggris dalam laga semifinal yang berakhir dengan kemenangan Argentina tersebut.








