Tnews.id – Kasus meninggalnya balita berusia 2,5 tahun di sebuah kontrakan kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengungkap sejumlah fakta baru. Polisi menyebut paman korban berinisial G (18) diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan tidak mengonsumsi obat dalam dua hari terakhir sebelum kejadian.
Penyidik hingga kini masih terus mendalami keterlibatan G dalam peristiwa tragis yang menewaskan balita berinisial A tersebut.
Paman Korban Pernah Jalani Pengobatan Psikiater
Polisi Sebut G Rutin Konsumsi Obat Gangguan Kejiwaan
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Andi Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan G sebelumnya pernah menjalani penanganan medis ke psikiater.
Menurut polisi, pria tersebut selama ini rutin mengonsumsi obat untuk menjaga kondisi kejiwaannya tetap stabil. Namun, obat yang biasa dikonsumsi disebut telah habis dua hari sebelum kejadian terjadi.
Keluarga disebut belum mampu membeli kembali obat tersebut karena keterbatasan biaya.
Polisi Tunggu Kondisi G Membaik untuk Pemeriksaan
G Ditemukan Terluka di Lokasi Kejadian
Saat ditemukan di kontrakan, G juga berada dalam kondisi terluka cukup serius. Polisi menyebut pria tersebut mengalami luka tusuk di bagian dada serta luka sayatan di area pipi kiri dan kanan.
Karena kondisinya masih dalam perawatan medis, penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan.
Polisi saat ini masih menunggu kondisi kesehatan G membaik sebelum melanjutkan proses pemeriksaan untuk mengungkap kronologi dan motif kejadian.
Balita Ditemukan Tewas dengan Banyak Luka Tusukan
Luka Ditemukan di Wajah hingga Selangkangan
Korban balita berinisial A ditemukan meninggal dunia pada Rabu malam (27/5/2026) dengan sejumlah luka serius di tubuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terdapat luka tusuk dan sayatan di beberapa bagian tubuh korban.
Luka ditemukan di area kepala, wajah, badan, hingga selangkangan. Polisi juga mengungkap adanya luka sayatan di bagian pipi korban yang memanjang hingga mendekati mulut.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian guna memastikan penyebab pasti kematian korban dan peran pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian.










