Tnews.id – Pemerintah mengungkap alasan di balik pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Jabatan Kepala BGN yang sebelumnya dipegang oleh Dadan Hindayana kini dipercayakan kepada Nanik Sudaryati Deyang.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama kurang lebih satu setengah tahun.
Menurutnya, Presiden melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap berbagai aspek program sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan pergantian kepemimpinan di lembaga tersebut.
Hasil Monitoring Menjadi Dasar Pergantian Pimpinan
Prasetyo menyebut terdapat sejumlah catatan penting yang muncul selama proses evaluasi. Berbagai temuan tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden dalam mengambil keputusan terkait perubahan struktur kepemimpinan BGN.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan terhadap berbagai aspek yang masih memerlukan pembenahan demi meningkatkan efektivitas program nasional tersebut.
Catatan Evaluasi BGN Jadi Pertimbangan Utama
Pemerintah menilai terdapat beberapa sektor yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Disiplin SOP dan Tata Kelola Organisasi Jadi Sorotan
Salah satu poin evaluasi berkaitan dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lapangan. Selain itu, tata kelola organisasi juga menjadi bagian dari penilaian yang dilakukan selama masa monitoring.
Pemerintah menilai konsistensi dalam menjalankan aturan dan mekanisme kerja sangat penting untuk menjaga keberlangsungan program yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Kualitas Makanan Masuk dalam Evaluasi
Selain aspek manajemen, kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima program juga menjadi perhatian pemerintah. Standar mutu yang telah ditetapkan BGN dinilai harus dijaga secara ketat agar tujuan program pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.
Berbagai catatan tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi yang berujung pada pergantian pimpinan lembaga.
Profil Dadan Hindayana, Akademisi yang Pernah Pimpin BGN
Latar Belakang Pendidikan dan Karier Akademik
Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1990.
Setelah itu, Dadan melanjutkan pendidikan magister di University of Bonn dan memperoleh gelar doktor dari Leibniz University Hannover pada tahun 2000.
Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di lingkungan akademik IPB, khususnya di bidang proteksi tanaman, penelitian hama pertanian, serta ekologi serangga.
Pernah Menempati Berbagai Jabatan Strategis di IPB
Selama berkarier di dunia pendidikan, Dadan dipercaya menduduki sejumlah posisi penting di IPB. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha IPB serta Direktur ad interim Kerja Sama IPB.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang membawanya dipercaya mengemban tugas di pemerintahan.
Perjalanan Dadan Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Dilantik pada 2024 untuk Mengawal Program MBG
Pada Agustus 2024, Dadan resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional oleh Joko Widodo. BGN sendiri dibentuk untuk memperkuat kebijakan pemenuhan gizi masyarakat secara nasional.
Dalam jabatannya, Dadan bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan bagi siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Menjabat Hampir Dua Tahun Sebelum Digantikan
Hingga Juni 2026, Dadan telah memimpin BGN selama kurang lebih satu tahun sembilan bulan. Seiring hasil evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program, Presiden Prabowo kemudian memutuskan melakukan pergantian kepemimpinan dengan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Pergantian ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis serta meningkatkan kualitas tata kelola lembaga dalam menjalankan tugasnya.
