Tnews.id – Seorang anak berusia enam tahun yang menjadi korban dugaan perundungan di kawasan Jakarta Pusat akhirnya mulai menceritakan pengalaman yang dialaminya setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kritis.
Sang ibu, Vira Ismayanti, mengungkapkan bahwa putranya, MWP, sempat tidak sadarkan diri usai bermain bersama teman-temannya di area Taman Kramat Pulo pada Minggu malam. Kejadian tersebut membuat keluarga panik karena korban harus mendapatkan penanganan medis darurat.
Korban Ditemukan Tak Sadarkan Diri Setelah Bermain
Sang Ibu Panik Saat Mendapat Kabar Anaknya Pingsan
Menurut Vira, malam itu putranya keluar rumah untuk bermain seperti biasanya setelah meminta izin. Namun setelah cukup lama tidak pulang, ia menerima informasi dari teman-teman korban bahwa anaknya dalam kondisi pingsan.
Saat tiba di lokasi, Vira mendapati putranya sudah tergeletak dan membutuhkan pertolongan segera. Ia kemudian membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika korban sempat mengalami gangguan pernapasan dan harus dirawat secara intensif di ruang ICU.
Pengakuan Korban: Sering Menjadi Sasaran Kekerasan
Mengaku Dipukul oleh Teman-Temannya
Setelah kondisi kesehatannya mulai membaik dan kesadaran pulih, MWP menceritakan kepada ibunya bahwa dirinya kerap menerima perlakuan kasar dari sejumlah teman bermainnya.
Korban mengaku pernah mengalami pemukulan dan tindakan yang membuatnya merasa tertekan. Pengakuan tersebut membuat keluarga semakin yakin bahwa kejadian yang dialaminya bukan sekadar insiden biasa.
Menurut Vira, anaknya baru berani bercerita setelah mendapatkan perawatan dan merasa lebih tenang.
Korban Disebut Sering Dimintai Uang
Jika Menolak, Korban Tidak Diajak Bermain
Selain mengalami kekerasan fisik, MWP juga mengaku sering dimintai uang oleh teman-temannya saat bermain.
Berdasarkan cerita korban, ia kerap diminta memberikan sejumlah uang sebelum diperbolehkan bergabung bermain. Jika tidak memenuhi permintaan tersebut, ia akan dijauhi dan tidak dilibatkan dalam aktivitas bersama.
Keluarga menyebut uang yang diperoleh dari anak-anak itu diduga digunakan untuk membeli makanan dan jajanan.
Menurut keterangan Vira, praktik serupa tidak hanya dialami putranya, tetapi juga beberapa anak lain yang sering berada di lingkungan permainan tersebut.
Dugaan Perundungan Sudah Terjadi Sebelumnya
Sandal Korban Pernah Disembunyikan di Atas Pohon
Vira mengungkapkan bahwa tindakan perundungan terhadap anaknya diduga telah terjadi lebih dari satu kali.
Sebelum insiden yang menyebabkan korban dirawat di rumah sakit, MWP pernah mengalami kejadian ketika sandal miliknya disembunyikan oleh teman-temannya. Meski saat itu tidak dianggap sebagai masalah besar, keluarga kini menilai peristiwa tersebut merupakan bagian dari rangkaian tindakan perundungan yang berulang.
Salah satu terduga pelaku diketahui berusia lebih tua dan masih berstatus pelajar tingkat sekolah menengah atas.
Keluarga Menolak Bingkisan Permintaan Maaf
Fokus pada Pemulihan dan Keadilan untuk Korban
Pasca-kejadian, keluarga sejumlah pelaku disebut telah mendatangi rumah korban untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun, keluarga MWP memilih tidak menerima bingkisan yang dibawa dalam kunjungan tersebut.
Vira menegaskan bahwa yang paling penting saat ini adalah pemulihan kondisi anaknya serta proses penyelesaian yang adil atas peristiwa yang terjadi.
Kondisi Korban Masih Memerlukan Perawatan
Akan Menjalani Pendampingan Psikologis
Meskipun telah diperbolehkan menjalani perawatan di rumah, kondisi kesehatan MWP masih membutuhkan perhatian khusus. Korban sempat mengalami demam tinggi hingga mencapai 40 derajat Celsius dan menunjukkan gejala fisik yang mengkhawatirkan, termasuk perubahan warna pada bibir dan kakinya.
Selain pemulihan fisik, keluarga juga menyiapkan pendampingan psikologis untuk membantu proses penyembuhan mental korban. Rencananya, MWP akan mulai menjalani sesi konsultasi dengan psikolog dalam waktu dekat.
Kasus Perundungan Anak Kembali Jadi Sorotan
Peristiwa yang menimpa MWP kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak serta perlunya pencegahan perundungan sejak dini. Selain berdampak pada kondisi fisik, tindakan bullying juga dapat meninggalkan trauma psikologis yang memerlukan penanganan jangka panjang.
Keluarga berharap kasus ini dapat menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali menimpa anak-anak lainnya.










