Tnews.id – IPB University mengambil langkah terbuka dengan melibatkan mahasiswa dalam proses penanganan dugaan kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus. Kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat transparansi sekaligus menjaga akuntabilitas institusi di mata publik.
Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen tegas untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual serta memastikan setiap laporan ditangani secara serius dan terbuka.
Pendekatan Dialogis Jadi Kunci Penyelesaian
Dalam upaya mencari solusi yang menyeluruh, pihak kampus tidak hanya menitikberatkan pada penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan dialog bersama mahasiswa. Forum terbuka yang melibatkan ratusan peserta digelar sebagai ruang diskusi terkait kasus yang tengah menjadi perhatian publik.
Mahasiswa Dilibatkan dalam Pengawasan Proses
Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB, Alfian Helmi, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dilakukan melalui koordinasi dengan organisasi kemahasiswaan. Tujuannya agar setiap tahapan penanganan dapat dipantau secara terbuka.
Selain itu, kampus memastikan bahwa proses investigasi tetap menjunjung tinggi kerahasiaan, perlindungan terhadap korban, serta keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Apresiasi Mahasiswa atas Keterbukaan Kampus
Ketua BEM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menyambut baik langkah kampus yang memberikan ruang dialog langsung antara mahasiswa dan pihak pengambil kebijakan.
Ia menyebut pertemuan tersebut tidak hanya membahas aspek teknis penanganan kasus, tetapi juga menyentuh pembahasan regulasi yang akan diterapkan ke depan.
Dorongan Wujudkan Lingkungan Kampus yang Aman
Mahasiswa berharap dapat berperan aktif sebagai bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Sejumlah usulan terkait prosedur dan aturan penanganan kasus juga telah disepakati dalam forum tersebut.
Kasus Jadi Sorotan Usai Viral di Media Sosial
Dugaan kasus ini sebelumnya menarik perhatian publik setelah beredarnya tangkapan layar percakapan tidak pantas dalam grup WhatsApp mahasiswa. Sejak saat itu, isu tersebut menjadi perhatian luas dan mendorong kampus untuk bertindak cepat serta terbuka.
Dengan langkah kolaboratif ini, IPB University berharap dapat membangun kepercayaan sekaligus menciptakan sistem penanganan kasus yang lebih transparan dan berkeadilan.
