Tnews.id – Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik penyelundupan sekitar 1 ton merkuri yang akan dikirim ke Filipina. Dalam aksinya, pelaku menyamarkan bahan berbahaya tersebut di dalam gulungan karpet agar lolos dari pemeriksaan.
Kasus ini terungkap setelah aparat melakukan penyelidikan terkait aktivitas perdagangan ilegal merkuri lintas negara. Polisi menduga zat kimia tersebut berasal dari tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Ambon.
Merkuri Diduga Bersumber dari Tambang Emas Ilegal
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Anton Hermawan, menjelaskan bahwa merkuri merupakan bahan tambang yang peredarannya dilarang di Indonesia.
Menurutnya, zat tersebut umumnya digunakan dalam proses pemurnian emas dan juga kerap disalahgunakan sebagai campuran produk kosmetik tertentu.
Karena statusnya ilegal, polisi meyakini merkuri yang disita berasal dari aktivitas tambang tanpa izin.
Gunung Botak Disebut Jadi Pusat Dugaan Sumber Merkuri
Dalam pengembangan kasus, penyidik menduga kuat jaringan penyelundupan ini berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak.
Polisi Koordinasi dengan Aparat di Daerah
Pihak kepolisian mengaku telah menjalin koordinasi dengan aparat di wilayah Maluku untuk mendalami rantai distribusi merkuri tersebut.
Menurut Anton, kawasan Gunung Botak selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi penambangan emas ilegal terbesar di Indonesia.
Nilai Perdagangan Ilegal Merkuri Capai Puluhan Miliar Rupiah
Polisi menyebut bisnis ilegal merkuri ini telah berjalan sejak tahun 2021 dengan nilai transaksi yang sangat besar.
Setiap Pengiriman Bernilai Miliaran Rupiah
Hingga saat ini, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka yang berperan sebagai eksportir dan pemasok merkuri.
Dari hasil penyelidikan sementara, total nilai perdagangan ilegal merkuri diperkirakan mencapai sekitar Rp30 miliar. Sementara setiap kali pengiriman, nilainya disebut berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp4 miliar.
Merkuri Dikirim ke Filipina untuk Pemurnian Emas
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Victor Dean Mackbon, menjelaskan bahwa merkuri yang dikirim ke Manila diduga digunakan untuk kebutuhan pemurnian emas.
Filipina Disebut Sulit Mendapat Pasokan Merkuri
Menurut Victor, Filipina mengalami keterbatasan pasokan merkuri sehingga pelaku memanfaatkan kedekatan geografis Indonesia untuk memasok bahan tersebut secara ilegal.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan pemasok lain yang diduga terlibat dalam penyelundupan merkuri lintas negara tersebut.
