Tnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan unik dalam forum bisnis internasional Future Investment Initiative (FII) yang digelar di Miami, Florida. Dalam kesempatan tersebut, ia sempat menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Trump”.
Ucapan itu muncul ketika Trump membahas pentingnya jalur perairan tersebut terhadap distribusi minyak dunia yang tengah terdampak konflik di Timur Tengah.
Candaan di Tengah Isu Serius
Sempat Jadi Tawa Hadirin
Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada bercanda dan langsung disambut tawa oleh para peserta forum. Trump kemudian mengoreksi ucapannya dan menyebut kembali nama asli Selat Hormuz.
Ia juga menyindir media dengan mengatakan bahwa ucapannya bisa saja disalahartikan sebagai kesalahan, meski ia mengklaim tidak sering melakukan kekeliruan.
Dorong Iran Buka Jalur Pelayaran
Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menegaskan agar Iran membuka akses Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menuju kesepakatan damai. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Iran sebenarnya siap melakukan negosiasi, meski pernyataan itu bertolak belakang dengan sikap resmi Teheran.
Selat Hormuz dalam Pusaran Konflik
Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, dengan sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati kawasan tersebut. Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat jalur ini menjadi titik krusial dalam konflik yang kini memasuki bulan kedua.
Dampak terhadap Pasokan Global
Pemblokiran jalur tersebut oleh Iran berdampak besar terhadap distribusi energi global, termasuk kenaikan harga minyak dan gangguan pasokan ke berbagai negara.
Wacana Penggantian Nama
Ide Kontroversial Trump
Selain candaan di forum, laporan media menyebutkan bahwa Trump sempat mempertimbangkan ide untuk mengambil kendali atas Selat Hormuz dan bahkan mengganti namanya menjadi “Selat Amerika” atau menggunakan namanya sendiri.
Kebiasaan Serupa di Dalam Negeri
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Trump juga beberapa kali melontarkan candaan terkait penamaan bangunan di Washington DC, termasuk John F. Kennedy Center for the Performing Arts.
Ia bahkan pernah menyebut gedung tersebut dengan nama yang menggabungkan namanya sendiri, yang kemudian memicu berbagai reaksi publik.
