Tnews.id – Warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menghadirkan inovasi pengolahan sampah plastik berbasis teknologi sederhana. Program ini bertujuan mengubah sampah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah agar tidak hanya dianggap sebagai limbah, tetapi juga peluang usaha yang menghasilkan manfaat ekonomi.
Sampah Plastik Diolah Jadi Produk Bermanfaat
Dalam pelaksanaannya, warga bekerja sama dengan pengepul serta instansi lingkungan hidup untuk mendukung proses daur ulang sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Smart Geprek Jadi Teknologi Andalan Pengolahan Plastik
Untuk mendukung program tersebut, warga tengah mengembangkan alat khusus bernama “Smart Geprek”. Perangkat ini dirancang untuk menghancurkan sampah plastik seperti botol dan tutup botol menggunakan tenaga mesin.
Gunakan Sistem Dinamo dan Gearbox
Berbeda dengan metode manual yang mengandalkan tenaga manusia, Smart Geprek memanfaatkan teknologi dinamo dan gearbox agar proses penghancuran plastik menjadi lebih cepat dan efisien.
Penggunaan alat ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah plastik sekaligus mempermudah pekerjaan warga.
Sampah Organik Rumah Tangga Juga Diolah Jadi Kompos
Selain fokus pada sampah plastik, warga Gandaria Utara juga mengembangkan sistem pengolahan limbah dapur menjadi pupuk kompos.
Mereka menargetkan proses produksi kompos dapat dilakukan dalam waktu lebih singkat dibanding metode konvensional yang biasanya membutuhkan waktu hingga hampir satu bulan.
Target Produksi Kompos Lebih Cepat
Menurut Imam Basori, teknologi yang sedang disiapkan diharapkan mampu mempercepat proses pengeringan dan pengolahan sampah organik sehingga hasil kompos dapat dimanfaatkan hanya dalam waktu satu hari.
Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi praktis untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung penghijauan lingkungan.
Edukasi Lingkungan Akan Libatkan Sekolah
Program pengelolaan sampah tersebut juga akan diperluas melalui kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Warga ingin mengajak generasi muda lebih peduli terhadap kebersihan dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Diharapkan Jadi Percontohan di Jakarta
Imam berharap inovasi pengolahan sampah yang sedang dikembangkan bisa menjadi model bagi wilayah lain di Jakarta. Saat ini sejumlah perlengkapan pendukung seperti dinamo dan gearbox juga telah mulai dipersiapkan untuk mempercepat realisasi program tersebut.
