
Tnews.id – Seekor anak Harimau Benggala bernama Hara dilaporkan mati di Kebun Binatang Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh infeksi virus yang sudah ditularkan sejak lahir dari induknya.
Menurutnya, kondisi ini bukan disebabkan oleh kelalaian dalam perawatan, melainkan faktor medis yang umum terjadi pada keluarga kucing besar.

Virus Feline Panleukopenia Jadi Pemicu
Farhan mengungkapkan bahwa virus yang menyerang adalah Feline Panleukopenia, penyakit yang dikenal menyerang hewan jenis felin seperti kucing dan harimau.
Virus ini dapat menurunkan jumlah sel darah putih secara drastis, sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap komplikasi serius.
Anak Harimau Terpapar Sejak Lahir
Dua anak harimau yang lahir pada Juli 2025 diketahui sudah terpapar virus sejak awal. Induknya tidak menunjukkan gejala karena telah memiliki kekebalan, sementara anak-anaknya masih dalam kondisi rentan.
Sebagai langkah penanganan, anak harimau langsung dipisahkan dari induknya untuk mencegah kondisi semakin memburuk.
Satu Anak Harimau Masih Dirawat Intensif
Sementara satu anak harimau lainnya, Huru, masih menjalani perawatan intensif oleh tim dokter hewan. Kondisinya dilaporkan mulai membaik setelah melewati masa kritis.
Penanganan Medis Dilakukan Secara Maksimal
Tim medis yang terdiri dari beberapa dokter hewan memberikan berbagai perawatan, mulai dari antibiotik, obat anti-muntah, cairan rehidrasi, hingga suplemen peningkat daya tahan tubuh dan antivirus.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kondisi Huru semakin stabil dan lebih aktif dibandingkan sebelumnya.
Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Penelantaran
Farhan menegaskan bahwa seluruh proses perawatan telah dilakukan secara optimal sejak awal. Ia memastikan tidak ada unsur penelantaran dalam kasus ini.
Evaluasi untuk Pencegahan ke Depan
Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting dalam pengelolaan satwa, khususnya terkait pengendalian penyakit menular di kebun binatang.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait berkomitmen meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang, serta memastikan kesejahteraan seluruh satwa tetap terjaga dengan baik.








