Tnews.id – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan bahwa perdamaian global yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila seluruh bangsa memperoleh kemerdekaan dan keadilan. Menurutnya, upaya menciptakan ketertiban dunia tidak akan berhasil jika masih terdapat praktik penjajahan, penindasan, dan pelanggaran hak-hak suatu bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional untuk Peradaban yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
HNW: Perdamaian Sejati Harus Berlandaskan Keadilan
Dalam forum bertema “Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia”, HNW menekankan bahwa keadilan merupakan fondasi utama bagi terciptanya perdamaian yang hakiki.
Amanat Konstitusi Indonesia untuk Perdamaian Dunia
Menurut HNW, komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia telah tertuang secara jelas dalam Pembukaan UUD 1945. Karena itu, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh bangsa di dunia.
Ia menilai forum tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, parlemen, organisasi keagamaan, lembaga internasional, hingga perwakilan negara sahabat guna membangun kolaborasi dalam mewujudkan perdamaian global.
Konflik Palestina Jadi Sorotan dalam Forum Global
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dari HNW adalah situasi yang masih berlangsung di Palestina. Menurutnya, konflik berkepanjangan di wilayah tersebut menjadi tantangan besar bagi upaya menciptakan perdamaian dunia.
Dukungan Internasional untuk Kemerdekaan Palestina Terus Bertambah
HNW menilai meningkatnya jumlah negara yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka merupakan perkembangan positif dalam perjuangan diplomasi internasional.
Ia menegaskan bahwa dukungan global terhadap kemerdekaan Palestina menunjukkan semakin kuatnya kesadaran internasional bahwa perdamaian harus dibangun melalui penghormatan terhadap hak suatu bangsa untuk merdeka dan bebas dari penjajahan.
Peran PBB Dinilai Tetap Penting dalam Penyelesaian Konflik
Dalam kesempatan tersebut, HNW juga menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga stabilitas dan penyelesaian konflik internasional.
Diharapkan Lebih Efektif dalam Menjalankan Mandat
Menurutnya, PBB tetap memiliki posisi strategis dalam memperjuangkan keadilan global. Namun, organisasi tersebut diharapkan mampu menjalankan perannya secara lebih efektif tanpa terhambat berbagai kepentingan politik yang menghambat penyelesaian konflik.
HNW menilai bahwa berbagai pihak perlu tetap mendukung keberadaan PBB sembari mendorong reformasi agar lembaga tersebut semakin mampu menjawab tantangan global yang berkembang.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan untuk Mewujudkan Perdamaian
HNW menekankan bahwa upaya menghadirkan perdamaian dunia tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga atau negara saja.
Parlemen, Pemerintah dan Tokoh Agama Harus Bersinergi
Menurutnya, diperlukan kerja sama antara parlemen, pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta komunitas internasional untuk membangun solusi yang berkeadilan bagi berbagai konflik yang terjadi di dunia.
Indonesia, lanjutnya, terus menunjukkan komitmen dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional dan jalur diplomasi yang dijalankan pemerintah.
Wamenlu Anis Matta Soroti Krisis Peradaban Global
Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta menyampaikan pandangannya mengenai tantangan global yang sedang dihadapi dunia saat ini.
Dunia Sedang Memasuki Masa Transisi Peradaban
Menurut Anis, berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia merupakan bagian dari proses perubahan tatanan global. Ia menyebut dunia tengah menghadapi krisis kepemimpinan internasional, melemahnya lembaga global, serta meningkatnya persaingan antar kekuatan besar.
Anis menjelaskan bahwa sejarah menunjukkan setiap peradaban mengalami fase naik dan turun yang tidak dapat dihindari.
Anis Matta Tawarkan Konsep Peradaban Baru untuk Dunia
Sebagai solusi jangka panjang, Anis mengusulkan perlunya pembangunan sebuah konsep peradaban baru yang mampu mempersatukan berbagai elemen penting kehidupan manusia.
Lima Pilar Utama Peradaban Masa Depan
Menurutnya, peradaban masa depan harus dibangun di atas lima unsur utama, yakni agama, demokrasi, kemakmuran, ilmu pengetahuan, serta seni dan budaya.
Kelima elemen tersebut diyakini dapat menjadi fondasi dalam menciptakan kehidupan global yang lebih harmonis, sejahtera, dan berkeadilan.
Ia mengajak seluruh bangsa untuk mengedepankan dialog dan penyelesaian damai dalam menghadapi berbagai konflik yang muncul selama masa transisi menuju tatanan dunia baru.
Forum Diharapkan Hasilkan Langkah Nyata untuk Perdamaian
Forum Dialog Global tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan internasional, termasuk anggota DPR RI, perwakilan PBB, organisasi keagamaan, tokoh lintas agama, serta perwakilan negara-negara sahabat.
Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan kerja sama konkret yang berkontribusi pada terciptanya perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan penghapusan segala bentuk penjajahan.
