Tnews.id – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menjadi sorotan setelah mengunggah surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang. Unggahan tersebut muncul tidak lama setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Surat Sony Sanjaya untuk Nanik S Deyang Ramai Dibahas
Surat yang ditulis tangan dan diunggah melalui akun Instagram pribadi Sony Sanjaya pada Rabu malam (3/6/2026) langsung menarik perhatian publik. Dalam surat tersebut, Sony menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Nanik S Deyang sebagai pimpinan baru BGN.
Selain memberikan ucapan selamat, Sony juga menuliskan kalimat yang menuai berbagai tanggapan dari warganet karena diunggah pada hari yang sama ketika dirinya diumumkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
Unggahan Disertai Pesan Dukungan dan Doa
Tak hanya mengunggah foto surat, Sony juga menyertakan keterangan yang berisi doa dan harapan agar Nanik dapat menjalankan amanah dengan baik. Ia menyebut jabatan baru tersebut sebagai kesempatan lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Unggahan tersebut mendapat respons luas dari pengguna media sosial. Dalam hitungan jam, postingan itu memperoleh ribuan tanda suka dan ratusan komentar dari warganet yang mengikuti perkembangan kasus yang sedang menjerat mantan pimpinan BGN tersebut.
Tiga Eks Pimpinan BGN Resmi Jadi Tersangka Kasus MBG
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan petinggi BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026.
Ketiga nama yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan dugaan adanya penyimpangan dalam tata kelola program nasional tersebut.
Pemerintah Tunjuk Pimpinan Baru BGN
Seiring dengan pergantian kepemimpinan, pemerintah menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Selain itu, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono dipercaya mengisi posisi Wakil Kepala BGN.
Pergantian pimpinan diharapkan dapat memperkuat tata kelola lembaga sekaligus memastikan program strategis pemerintah berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Kejagung Ungkap Proses Penyelidikan Berlangsung Cepat
Direktorat Penyidikan Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa proses penyelidikan aktif terhadap kasus ini berlangsung sekitar satu minggu sebelum status tersangka ditetapkan.
Meski demikian, aparat penegak hukum mengaku telah mempelajari berbagai informasi dan laporan terkait dugaan permasalahan dalam program MBG jauh sebelum penyelidikan resmi dimulai.
Laporan Masyarakat dan Temuan Lapangan Jadi Dasar Pendalaman
Menurut penyidik, sejumlah laporan dari masyarakat menjadi salah satu bahan awal untuk melakukan penelaahan. Selain itu, terdapat temuan terkait fasilitas dapur pelaksana program yang diduga tidak memenuhi spesifikasi maupun ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan hasil pendalaman tersebut, penyidik kemudian meningkatkan penanganan perkara hingga menetapkan para tersangka.
Pengadaan Program MBG Disebut Sudah Direalisasikan
Kejaksaan Agung juga menyampaikan bahwa berbagai pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis telah direalisasikan. Pengadaan tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional, termasuk sarana pendukung yang digunakan dalam pelaksanaan program.
Saat ini penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk menelusuri lebih jauh dugaan penyimpangan yang terjadi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.










