Tnews.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan KRL di kawasan Bekasi. Ayah korban, Hary Marwata, mengenang momen terakhir bersama putrinya, Ain, yang terjadi pada Senin sore sebelum kejadian tragis tersebut.
Dalam percakapan terakhir mereka, Ain sempat mengirim pesan kepada sang ayah untuk dijemput sepulang kerja, seperti rutinitas yang telah lama dilakukan. Permintaan itu biasanya terjadi menjelang malam hari dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Sosok Ain di Mata Keluarga
Anak Penurut dan Sederhana
Bagi keluarga, Ain dikenal sebagai pribadi yang tenang dan patuh. Sepulang bekerja, ia lebih memilih menghabiskan waktu di rumah dan jarang bepergian tanpa keperluan penting.
Dalam aktivitas sehari-hari, Ain menggunakan KRL sebagai sarana transportasi utama. Ia juga terbiasa memilih gerbong khusus perempuan demi kenyamanan selama perjalanan.
Selain itu, Ain turut membantu kondisi ekonomi keluarga. Meski sang ayah masih bekerja, kontribusi yang diberikan Ain dinilai cukup berarti dalam kehidupan sehari-hari.
Momen Terakhir Bersama Keluarga
Aktivitas Biasa Tanpa Firasat
Beberapa hari sebelum kejadian, Ain masih sempat meluangkan waktu bersama ibunya untuk berbelanja. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan atau firasat buruk yang dirasakan keluarga.
Pada pagi hari sebelum berangkat kerja, Ain menjalani rutinitas seperti biasa, termasuk menyiapkan bekal makanannya sendiri. Ia berpamitan tanpa menunjukkan hal yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Keluarga Sempat Kesulitan Mencari Korban
Menyisir Sejumlah Rumah Sakit
Setelah kabar kecelakaan terjadi, keluarga sempat kebingungan mencari keberadaan Ain. Sejak malam hingga keesokan harinya, anggota keluarga berusaha mencari informasi dengan mendatangi berbagai rumah sakit di sekitar Bekasi.
Namun, nama Ain tidak ditemukan dalam daftar korban di sejumlah fasilitas kesehatan tersebut. Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya keluarga memperoleh kepastian di RS Polri Kramat Jati.
Di rumah sakit tersebut, keluarga diminta melengkapi data identitas, termasuk melalui dokumen resmi dan pencocokan sidik jari untuk memastikan identitas korban.
Duka Mendalam Keluarga
Ibu Masih Terpukul
Kini, keluarga harus menerima kenyataan pahit atas kepergian Ain. Sang ibu dilaporkan masih dalam kondisi terpukul dan berusaha tegar menghadapi kehilangan tersebut.
Meski demikian, keluarga telah mulai menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir. Kenangan sederhana, seperti kebiasaan Ain meminta dijemput, kini menjadi hal yang paling dirindukan oleh sang ayah.










