
Tnews.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus merupakan tindakan terorisme yang tidak bisa ditoleransi.
Dalam pernyataannya saat berdiskusi di Hambalang, Jawa Barat, Prabowo menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan keji dan harus diusut secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya.

Tidak Hanya Pelaku Lapangan
Prabowo menekankan bahwa proses hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan saja. Ia meminta aparat mengungkap pihak yang menyuruh dan mendanai aksi tersebut.
Ia juga memastikan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk jika ditemukan keterlibatan aparat.
Pemerintah Pertimbangkan Tim Independen
Dalam upaya mengungkap kasus secara transparan, Prabowo membuka kemungkinan pembentukan tim independen.
Syarat Tim Harus Netral
Namun, ia mengingatkan bahwa tim tersebut harus benar-benar independen dan tidak memiliki kepentingan tertentu. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk kekerasan.
TNI Amankan Empat Anggota Sebagai Terduga Pelaku
Sementara itu, pihak Tentara Nasional Indonesia mengungkap bahwa empat anggotanya diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Berasal dari Denma BAIS
Keempat personel tersebut berasal dari satuan Denma BAIS dan saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka diketahui berasal dari dua matra, yakni Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Hingga kini, status mereka masih sebagai terduga pelaku dan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi Ungkap Identitas Berbeda
Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyebut ada dua nama yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Kemungkinan Pelaku Lebih Banyak
Pihak kepolisian menyatakan tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku lebih dari yang telah diidentifikasi. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Kronologi Penyerangan terhadap Andrie Yunus
Insiden penyiraman air keras terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) setelah Andrie menyelesaikan kegiatan rekaman podcast.
Serangan Usai Kegiatan Diskusi
Saat itu, Andrie baru saja mengikuti diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan tema terkait isu militerisme dan hukum di Indonesia.
Tak lama setelah kegiatan selesai, ia diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan berbahaya ke tubuhnya.
Kondisi Korban dan Dugaan Motif
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dada, dan area mata.
Diduga Upaya Bungkam Aktivis
Pihak KontraS menduga aksi ini berkaitan dengan upaya membungkam suara kritis, khususnya para pegiat hak asasi manusia.
Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap motif di balik penyerangan yang berpotensi membahayakan nyawa korban.








