Tnews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal bahwa konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran mendekati akhir. Ia menilai operasi militer yang berlangsung sejak akhir Februari tersebut telah mencapai hasil yang jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Dalam wawancara melalui telepon dengan CBS News, Trump menyebut bahwa kekuatan militer Iran telah mengalami kerusakan besar sehingga konflik dinilai hampir tuntas.
Trump Klaim Militer Iran Hampir Lumpuh
Trump menyampaikan bahwa kemampuan militer Iran kini sangat terbatas setelah berbagai serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel.
Menurutnya, banyak fasilitas militer Iran telah dihancurkan, termasuk infrastruktur yang berkaitan dengan produksi drone serta persenjataan lainnya.
Ribuan Target Diserang dalam Operasi Militer
Militer Amerika Serikat sebelumnya melaporkan bahwa mereka telah menyerang lebih dari 3.000 sasaran strategis di Iran selama pekan pertama operasi militer yang dinamakan Operation Epic Fury.
Operasi tersebut dimulai sejak 28 Februari dan melibatkan serangan intensif terhadap berbagai fasilitas militer Iran.
Trump juga menilai sebagian besar kekuatan militer Iran telah melemah, mulai dari angkatan laut, sistem komunikasi, hingga persediaan rudal dan drone.
Perang Disebut Lebih Cepat dari Perkiraan
Dalam kesempatan itu, Trump mengungkapkan bahwa perkembangan perang berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Ia sebelumnya memprediksi konflik akan berlangsung sekitar empat hingga lima minggu. Namun menurutnya, perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa operasi militer berjalan jauh lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.
Trump: Akhir Perang Masih Dalam Perhitungan
Ketika ditanya apakah perang akan segera berakhir, Trump mengatakan bahwa keputusan tersebut masih berada dalam pertimbangannya.
Ia menyebut bahwa kemungkinan berakhirnya konflik saat ini masih menjadi penilaiannya pribadi.
Trump Enggan Komentari Pemimpin Baru Iran
Selain membahas perang, Trump juga ditanya mengenai pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Namun Trump tidak memberikan tanggapan khusus terkait kepemimpinan baru di Iran tersebut. Ia hanya menyatakan tidak memiliki pesan apa pun untuk pemimpin baru Iran.
Sebelumnya, Trump juga disebut tidak menyambut positif penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.










